Selasa, 12 Juni 2012

Cerita Pendek 2



CERPEN CINTA 
WAITING FOR YOU

Oleh: dellia riestavaldi

Cerpen Cinta Sedih
Udah ke 2 hari ucil engga sms aku, udah 2 hari juga aku mengkhawatirkan keberadaannya, ya tuhan dia kemana, dia dimana sekarang, dimalam hari itu aku terus menunggu sms darinya, sudah berpuluh-puluh kali aku mengirim text messages tapi ga ada satupun pesan masuk di hape aku dari dia. Sial besok libur UN anak kelas 3 SMA, sedangkan aku duduk di kelas 2 dan ucil kelas 1. Gimana dong kalau besok libur, bakal 4 hari ga ketemu ucil  ucil kenapa? Ada yang aneh dari dia ya tuhan . Setiap malem ucil selalu say good night have a nice dream sayang, tapi udah 2 hari ini ga ada kata-kata kaya gitu lagi, aku takut kata-kata itu ga akan aku dengar lagi. Harus sampai kapan tiap malem aku nangis nungguin dia.

tokkkk….tokkkk…..tokkk
Suara ketukan pintu yang terdengar dari arah pintu kamarku.

“masuk aja ga di kunci” kataku sambil berteriak.

“dell, lagi apa lo? Nangis sendiri di kamer.” Sambil menghampiriku di ranjang tempat tidurku.

“gapapa kok nay, aku Cuma nunggu sms dari ucil.” Kataku

“emang lo jadian dell sama ucil?” Tanya nayla.

“engga sih, tapi aku ngerasa beda aja sama dia.” Balasku

“yaudahlah dell toh dia bukan siapa-siapa elo kan?’’

“kata-kata kamu tuh ga bikin aku tenang nay, mending kamu tidur aja deh nay, biarin aja aku bakal nunggu dia sms aku.” Cetusku

“iya dehh sorry dell, Gnight beib.”

aku terus memandang kearah luar jendela, sambil memegang hapeku. Entah samapai kapan aku harus menunggunya membalas pesanku.

*tertidurr

* * *
liburan selesai, tinggal berangkat sekolah, aku harus cari ucil sampai ketemu, dia ga boleh mainin aku gitu aja -.-

sesampainya aku di sekolah, langkahku terhenti di parkiran motor sekolahku. motor ucil mana? Biasanya jam segini dia udah datang. Aku harus ke kelasnya, langkahku terasa berat untuk menghampirinya ke kelas. Perasaan aku tiba-tiba gaenak.

aku berdiri di depan kelasnya, tiba-tiba aku terhenti di depan pintu. Kenapa aku? Seharusnya aku masuk ke kelasnya dan bertemu dengannya. Mending aku ke kelas aku aja deh ucil juga belum datang. Aku terus jalan menuju kelasku.

pelajaran pagi hari ini akuntansi, semangat dong semangat ini kan pelajaran kesukaanku. Sudah 1 jam pelajaran di mulai tiba-tiba ada anak osis masuk ke kelasku dan member pengumuman. Dalam hati ku pasti minta sumbangan huh, aku terus melanjutkan tugas akuntansiku.

“assalamualaikum wr.wb. maaf teman-temen mengganggu sebentar, innalilahi wainnailahi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah adik kelas kita Muhammad Raditya Ucill dari kelas X2. Ayo kita bersama-sama membaca surah al-fatihah untuk mendoakannya.” 

Aku langsung terhenti mengerjakan tugas akuntansi itu, aku lansung berdiri dari tempat dudukku, aku langsung meneteskan air mata dan lari meninggalkan kelas dan pergi ke WC sekolah.

“cil, kamu jahat, kamu jahat cil, kamu ninggalin aku sendiri, kamu belum denger kalau aku mau jadi pacar kamu, cil kamu jahat.” Teriakku di WC sekolah, perlahan-lahan aku duduk menyender tembok, berjam-jam aku ga keluar dari WC, aku belum bisa nerima kenyataan ini ya tuhan, sakit sekali rasanya.Setelah aku keluar dari WC aku langsung mengambil tasku, aku langsung kabur dari sekolah dan ikut teman sekelas ucil untuk melayat.

Sesampainya di rumah ucil, aku berjalan pelan untuk menemui jenazah ucil, tidak berehenti air mataku mengalir. Aku duduk di sebelah jenazahnya.

“ucil, kenapa kamu pergi secepat ini, kenapa kamu ninggalin aku cil, kamu inget ga waktu kita nonton, kamu pegang tangan aku, kamu cium kening aku cil, aku kangen kamu cil, cil kalau kamu sayang sama aku KAMU BANGUN SEKARANG JUGA CIL, BANGUN !!”

“sabar sayang ibu juga belum bisa nerima kepergian ucil.” Suara itu terdengar dari belakangku, ya dia ibunya ucil.

“ibu, ucil kenapa bisa kaya gini.” Tanyaku

“dia jatuh dari motor, sehari sebelum UN, selama 3 hari ucil koma di rumah sakit.”

“kenapa temen-temennya ga pada tau bu, dia selama ini baik-baik aja kok, dan pas kejadian dia ga pernah hubungin adell bu, adell khawatir banget bu sama dia tapi ini udah jadi kenyataan yang sangat menyakitkan.”

“ka adell” suara cewek yang memanggilku dari belakang, aku menengok ke belakang dan menghapus air mataku.

“de nessa, ada apa de?” tanyaku

“ka, aku tau kronologi kejadian ucil ka.”

“ucil kenapa de?”

              “ucil, ngliat kaka pergi sama cowo, dia langsung pergi ka ke rumah papanya di bandung, kan dia anak broken home gitu ka, orang tuanya pisah, ucil bawa motornya dengan kecepatan 80km/jam, pas di perempatan ucil ngrem mendadak ka akhirnya dia jatoh dan kepalanya tebentur stang di motornya.” Penjelasan nessa.

               Aku terdiam, tapi air mataku terus mengalir, ucil salah paham lalu emosinya tidak terkontrol, jadi selama ini aku nungguin acil ga ada hasilnya, dia terlanjur ninggalin aku. Aku langsung ke tempat jenazahnya, karena sebentar lagi jenazahnya akan segera di kuburkan.

* * *
               Prosesi pemakaman telah selesai, aku langsung pulang kerumah dan membaringkan tubuhku di atas ranjangku, aku mengambil hapeku, Cuma orang bodoh yang aku tungguin sms orang udah ga ada. Tapi rasa sayangku ke dia masih tetep ada. Ucil semoga kamu tenang ya disana ya aku sayang banget sama kamu. Semoga aku bisa nemuin orang seperti kamu, Gnight ucil 

THE END

PANTUN CINTA

PANTUN CINTA !

Pohon beringin kok berduri, Daun pepaya di buat jamu
Aku ingin jadi pencuri, supaya aku bisa mencuri hatimu

Buah duku di campur jamu, eh .. Ada kutu di balik batu
Aku tidak SMS kamu bukan berarti aku melupakanmu, tapi aku hanya memberi waktu buat ngangenin aku

Suara Beduk bertalu-talu, Si Ahmat makan duku
Bulan pun tertunduk malu, saat wajahmu cerahkan malamku

Ada Udang di balik batu
Sayang i lope yu

Badan pegel, muka lesu 
My baby girl, I really need U

Buah kurma di samping melati, Sambil makan lihat merpati
Telah lama kumenanti, untuk mengungkapkan isi hati

Ada es puter dimakan rubah, beli bedak di pasar minggu 
Jumlah follower bisa berubah, tapi tidak dengan cintaku padamu

Si Bambang maen layang-layang
Liat senyummu yg mengembang, bikin badanku jd meriang

Ini kucing persia, Ini kucing garong
Kamu itu tipikal pacar setia, makanya aku makin hari makin cintrong

Masuk sekolah negeri, buat menuntut ilmu
Aku pengen jd pelari, Biar bisa lari2 di pikiranmu

Sepotong durian kunikmati, ketela kakao di bawah lemari
Tolong wahai pujaan hati, kurela walau hatiku kau bawa lari

Lihat Artikel Asli di http://www.bloginfonews.com/2011/10/pantun-gombal-kumpulan-pantun-gombal.html#ixzz1xeawjPIJ

Cerita Pendek 1


Ayah, Kembalikan tanganku !

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-
kota besar meninggalkan anak-anak diasuh
pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anak
tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga
setengah tahun. Bersendirian di rumah dia kerap
dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci. Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas
buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga
di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat
sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat
mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya
terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya
tampak jelas. Anak ini pun membuat coretan sesuai
dengan kreativitasnya. Hari itu ayah dan ibunya
bermotor ke tempat kerja kerana macet ada
perayaan Thaipusam. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih
ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan
ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing
dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian
itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejut pasangan itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran.
Sang ayah yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan terlebih – lebih ketika melihat wajah bengis majikannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya,
tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh
manja dia berkata “Ita yg membuat itu ayahhh.. cantik kan!” katanya sambil memeluk ayahnya ingin
bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang
ranting kecil dari depannya, terus dipukulkannya
berkali2 pada telapak tangan anaknya. Si anak yang
tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan
sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula
belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan
saja, seolah merestui dan merasa puas dengan
hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah
terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si ayah cukup rakus memukul-mukul tangan kanan
dan kemudian tangan kiri anaknya. Setelah si ayah
masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah
menggendong anak kecil itu, membawanya ke
kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si
anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah
memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air
sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-
jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena
air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama
pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua-dua
belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah
mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab majikannya,
ayah si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil
itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si
ayah konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu,
si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara
si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada
pembantu rumah. “Ita demam…” jawab pembantunya ringkas. “Kasih
minum panadol ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk
kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat
dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah,
dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk
hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata
majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah
lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia
dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius.
Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil
bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar
kedua tangan anak itu dipotong karena luka sudah
semakin parah. “Ia sudah bernanah, demi
menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu
dipotong dari siku kebawah” kata dokter. Si ayah dan ibu bagaikan terkena halilintar
mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung
merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air
mata isterinya, si ayah terketar-ketar
menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang
suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.
Ditatapnya muka ayah dan ibunya kemudian ke
wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak
bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. Ibu… Ita
tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau ayah
pukul. Ita tak mau jahat. Ita sayang ayah.. sayang ibu”
katanya berulang kali membuat sang ibu tak kuasa menahan rasa sedihnya. “Ita juga sayang Kak Narti..”
katanya memandang wajah pembantu rumah,
sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu
meraung histeris. “Ayah.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita
janji tdk akan mengulanginya lagi!Bagaimana caranya
Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain
nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,”
katanya berulang-ulang. Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata
anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir
yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Puisi Chairil Anwar

PRAJURIT JAGA MALAM 

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? 
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, 
bermata tajam 
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya 
kepastian 
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini 
Aku suka pada mereka yang berani hidup 
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam 
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...... 
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! 

(1948) 
Siasat, 
Th III, No. 96 
1949